BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA : PEMBERSIH, PEMUTIH, PEWANGI, INSEKTISIDA
Minggu, 05 Februari 2017
Blog,
les privat di pondok aren,
Lowongan kerja di cabe ilir.,
tempat les privat di maruya
Edit
BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA
Bahan kimia rumah tangga – Bahan kimia adalah semua bahan yang sehari – hari kita pegang, kita lihat, dan kita cium baunya. Bahkan, tubuh kita sendiri pun terdiri dari bahan kimia. Demikian juga dengan segala sesuatu yang ada di sekitar kita, termasuk buku yang sering kita baca maupun udara yang kita hirup. Bahan kimia ada di mana – mana. Satu – satunya tempat yang tidak dijumpai bahan kimia hanyalah di tempat hampa (vakum).
Sebagian besar bahan kimia terjadi secara alamiah. Meskipun begitu, ada juga yang diproduksi oleh makhluk hidup, baik hewan, tumbuhan ataupun manusia. Batuan – batuan, pasir, dan besi; katun dan wol; gula dan garam, merupakan contoh – contoh bahan kimia yang tela digunakan manusia sejak dahulu kala untuk berbagai keperluan, misalnya untuk membuat tempat tinggal/ bernaung, bahan pakaian dan makanan.
Seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan ilmu pengetahuan, kini telah banyak ditemukan bahan kimia alami yang dapat diproses menjadi bahan yang lebih berguna bagi kehidupan manusia. Sekarang, sejumlah bahan kimia sintesis digunakan dalam berbagai bidang, termasuk untuk keperluan rumah tangga. Bahan kimia rumah tangga tersebut dibuat dengan maksud untuk memudahkan kegiatan kita sehari – hari, antara lain pembersih, pemutih, pewangi, dan insektisida. Sungguh sulit dibayangkan bagaimana hidup ini tanpa bahan kimia tersebut.
Namun begitu, tidak dapat dipungkiri bahwa disamping berbagai keuntungan yang diperoleh dari bahan kimia, juga telah terbukti banyak produk/ bahan kimia yang menimbulkan kerugian. Limbah kimia atau pun senjata kimia dapat membahayakan kehidupan manusia maupun binatang. Oleh karena itu, penelitian untuk menanggulangi berbagai masalah pencemaran lingkungan perlu terus dilakukan agar dampak – dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan. Berikut beberapa bahan kimia rumah tangga yang sering digunakan.
A. PEMBERSIH
Apa yang sobat rasakan setelah selesai melakukan kegiatan olahraga, misalnya sepak bola, voli atau lari? Selain capek, tentu badan kita akan terasa ‘lengket’. Mengapa? Kotoran dan debu biasanya menempel di kulit, pakaian, rambut dan permukaan lain yang menyatu dengan minyak dan lemak. Kotoran yangg menyatu dengan minyak atau lemak tidak dapat dibersikan anya dengan menggunakan air, sebab air tidak dapat melaarutkan minyak dan lemak. Untuk itulah diperlukan peran sabun dan detergen sebagai bahan pembersih (bahan kimia rumah tangga) yang mampu mengangkat kotoran yang berminyak atau berlemak.
1. Sabun
Sabun telah lama dikenal sejak kira – kira 5000 tahun yang lalu. Uniknya, proses kimia pembuatan sabun juga tidak berubah dari dahulu hingga kini. Sabun dapat dibuat dari bahan alam minyak nabati, atau lemak hewan dan natrium hidroksida atau kalium hidroksida dengan cara dipanasi (melalui reaksi saponifikasi sehingga terbentuk padatan lunak. Bahan padat – lunak ini dikenal mampu menambah daya cuci air tehadap lemak atau minyak yang menempel pada badan atau pakaian kita.
![]() |
| Ilustrasi : Sabun Mandi |
Molekul (bagian yang sangat kecil) sabun berupa rantai yang mempunyai dua ujung. Ujung yang satu larut dalam air, sedangkan ujung yang lain larut dalam minyak dan lemak. Hal itulah yang menyebabkan sabun mempunyai daya pembersih. Kotoran berlemak atau berminyak dapat terlepas bersama air dengan adanya bahan pembersih tersebut.
Namun, daya cuci sabun akan berkurang jika air yang digunakan mengandung kapur (ion kalsium atau ion magnesium). Air yang mengandung ion kalsium atau ion magnesium disebut air sadah, contonya air laut dan air dari pegunungan air kapur.
Jika dibandingkan dengan detergen, sabun lebih mudah diuraikan oleh mikroorganisme. Dengan kata lain, sabun lebih ramah lingkungan dibandingkan dengnan detergen.
2. Detergen
Pada masa Perang Dunia Kedua, terjadi kekurangan persediaan lemak hewan dan minyak nabati sebagai bahan baku sabun. Ketika itu, lemak hewan dan minyak nabati telah banyak digunakan sebagai bahan makanan. Hal tersebut sangat mempengaruhi industri pembuatan sabun. Keadaan ini memaksa ahli kimia untuk mencari bahan pengganti (alternatif) untuk menghasilkan bahan pencuci. Hasilnya, pada tahun 1916 seorang ahli kimia Jerman bernama Fritz Gunther memperkenalkan detergen untuk pertama kali.
![]() |
| Ilustarsi : Detergen |
Untuk mengatasi masalah lingkungan yang diakibatkan limbah detergen, saat ini bahan dasar yang digunakan diganti dengan linier alkil sulfonat (LAS). LAS mudah diuraikan oleh mikroorganisme dan dikenal sebagai bahan yang ramah lingkungan.
Dewasa ini, detergen diproduksi untuk beragam tujuan penggunaan. Shampo merupakan detergen khusus yang diciptakan sebagai pencuci rambut. Shampo dibuat dengan menggunakan bahan dasar natrium lauril sulfat atau natrium dodesil sulfat. Pasta gigi juga dibuat dengan menggunakan bahan dasar yang sama, dengan bahan tambahan utama bahan abrasif; sedangkan detergen yang digunakan khusus untuk mencuci piring dan peralatan dapur mengandung natrium metasilikat, natrium tripolifosfat, dan sedikit klorin.
B. PEMUTIH
Pemutih pakaian dibuat untuk mengatasi kotoran yang sulit dibersihkan. Bahan pemutih yang sehari – hari digunakan di rumah tangga (bahan kimia rumah tangga) biasanya mengandung 5,25% natrium hipoklorit atau natrium perborat. Bahan ini juga dapat berfungsi sebagai pembunuh kuman (desinfektan). Penggunaan bahan pemutih yang berlebihan, dapat memudarkan warna pakaian.
![]() |
| Ilustrasi : Pakaian yang di cuci dgn pemutih |
Mencampur antar bahan kimia (bahan kimia rumah tangga) dapat sangat berbahaya. Apabila bahan pemutih yang mengandung natrium hipoklorit dicampur dengan bahan pembersih yang mengandung asam klorida akan dihasilkan gas klorin. Gas ini dapaat merusak tenggorokan dan sistem pernafasan, bakan dapat mengakibatkan kematian apabila terhirup dalam jumllah yang banyak.






0 Response to "BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA : PEMBERSIH, PEMUTIH, PEWANGI, INSEKTISIDA"
Posting Komentar